Tim Safari Ramadan Pemprov Sumbar Guyur Bantuan Rp50 Juta Per Masjid

HALOPADANG.ID –  Tim XII Safari Ramadan (TSR) 1443 H Provinsi Sumatera Barat, Minggu (3/3) mengunjungi Masjid Raya Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam.

TSR yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumbar, Devi Kurnia, disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Edi Busti didampingi Camat Tanjung Raya Handria Asmi beberapa kepala OPD yang tergabung dalam anggota TSR Kabupaten Agam.

Pada kesempatan itu, TSR provinsi menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta secara simbolis kepada pengurus masjid.

Ketua TSR Provinsi Sumatera Barat Devi Kurnia mengatakan, safari ini untuk meningkatkan silaturahmi antara Pemerintah  Provinsi Sumatera Barat dengan masyarakat Kabupaten Agam.

Selain itu, juga sebagai langkah untuk membangun Ukhuwah Islamiyah di bulan Ramadan.

Baca Juga :  Jalur Kereta Api Kayu Tanam-Bukittinggi Direncakan akan Diaktifkan Lagi

Sementara pengurus Masjid Raya Maninjau, M Syukur mengucapkan terimakasih atas kunjungan TSR Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Agam. Ia menyebutkan bantuan yang akan diterima akan digunakan untuk merenovasi masjid.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Agam Edi Busti, menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan TSR tersebut.

“Selain tradisi yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu, juga merupakan ajang silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat,” ujar sekda.

Sekab. Agam itu menyampaikan beberapa informasi tentang Kabupaten Agam kepada rombongan pemprov, salah satunya, masalah ekosistem Danau Maninjau.

Saat ini, kondisi air Danau Maninjau sangat mengkhawatirkan bahkan nyaris menuju danau mati akibat over kapasitas jumlah Keramba Jaring Apung (KJA) di danau.

Baca Juga :  KPU Sumbar Umumkan 65 Anggota DPRD Sumbar Periode 2024-2025

Data sementara saat ini, jumlah KJA di salingka danau sekitar 24 ribu petak KJA. Sementara, berdasarkan riset pemerintah pusat jumlahnya hanya bisa sebanyak 6.000 petak.

“Untuk itu, mari kita kurangi secara perlahan jumlah KJA di danau. Kita tidak melarang masyarakat untuk menghidupkan ekonominya di danau, tapi tolong jaga ekosistem perairan sehingga lingkungannya tetap bersih,” ujar sekda.(HP-002)