PT KAI Setujui Penyerahan Lokomotif, Pariaman Bakal Punya Museum

PT KAI
Wali Kota Pariaman Genius Umar bersama PT KAI Sumbar melihat salah satu lokomotif yang akan dijadikan museum di Pariaman

HALOPADANG.ID–Pemko Pariaman mendapat kabar gembira terkait permintan Wali Kota Pariaman Genius Umar untuk menggunakan lokomotif PT KAI yang sudah purna bakti dijadikan museum.

Untuk menguatkan kerjasama, Genius Umar bersama OPD berkunjung ke stasiun KAI Simpang Haru, Kota Padang sekaligus meninjau lokasi perbengkelan milik PT KAI yang terseletak di kawasan Simpang Haru tersebut, Sabtu (1/8).

Genius mengatakan, sembari menjadi penumpang perdana rute kereta api dari Padang menuju Pariaman, ia juga sampaikan ke PT. KAI wilayah Sumbar atas pengajuan permintaan lokomotif dan gerbong yang sudah tak terpakai lagi.

“Beberapa hari lalu kami juga sudah ajukan permintaan ini, dan sekarang saya ajak para kepala OPD Pemko Pariaman untuk melihat langsung kondisi dari lokomotif dan gerbong kereta api tersebut, yang memang nantinya akan kami bersihkan, kami lakukan rehab sehingga menjadi bagus dan indah kembali,” ujar Genius saat di kawasan perbengkelan kereta api.

Kota Pariaman mempunyai sebuah sejarah tentang perkereta apian di Indonesia, dimana stasiun Pariaman dan jalurnya ini, dibangun sekitar tahun 1891-1894, dan pertamakali digunakan pada Tahun 1908 oleh Belanda. Karena itu, Stasiun Pariaman ini telah dicatat sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Kota Tabuik.

Hal tersebut dilakukan Genius, adalah dalam rangka menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pariaman dengan mengandeng PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dalam memajukan objek wisata.

Kadivre II PT. KAI Wilayah Sumbar, Insan Kesuma secara langsung menyampaikan kepada Wali Kota Pariaman dan rombongan, bahwa pihaknya telah menyetujui permintaan Wako Pariaman untuk menjadikan sebuah lokomotif dan satu gerbong yang akan dijadikan museum kereta api di Kota Pariaman.

“Lokomotif yang kami siapkan dan telah memasuki purna bhakti yakni lokomotif dengan nomor BB 303 78 10 yang merupakan tahun pembuatan tahun 1978, sedangkan untuk gerbong kita akan serahkan salah satu gerbong kereta api yang sempat viral dengan merek Dang Tuangku dengan tahun pembuatan 1958,” ujar Insan.