Daftar ke KPU, Nofi-Yulfadri Bawa 6 Prioritas Pembangunan Kabupaten Solok

Nofi Candra
Nofi Candra-Yulfadri Nurdin didampingi istri

HALOPADANG.ID – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Solok, Nofi Candra dan Yulfadri Nurdin mendaftar sebagai calon peserta Pilkada 2020 ke KPU Kabupaten Solok, Minggu (6/9/2020) atau tepat di hari terakhir penutupan masa pendaftaran.

Nofi mengatakan, keputusannya maju di Pilkada yang akan berlangsung 9 Desember 2020 tak lepas dari keinginan tulus untuk mengabdi di tanah kelahiran. Dia berharap, keinginan tersebut selaras dengan cita-cita masyarakat.

“Mudah-mudahan langkah saya dan Pak Yulfadri dimudahkan Allah SWT. Semua tentu tidak terlepas dari doa dan dukungan masyarakat,” katanya.

Setidaknya, kata anggota DPD RI periode 2014-2019 itu, dalam visi dan misinya bersama Yulfadri, jika kelak dipercaya memimpin Kabupaten Solok, ada 6 skala prioritas utama yang mesti diwujudkan.

Pertama, mewujudkan pemeretaan pembangunan dan pertumbuhan yang berwawasan lingkungan. Menurutnya, geliat kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur, termasuk di dalamnya soal tranportasi dan telekomunikasi.

“Kami harus memandang Kabupaten Solok utuh. Tidak tengah, selatan, utara dan timur. Semua bisa tercapai jika kita satu pandangan tentang daerah yang kita cintai ini. Pengkotak-kotakan wilayah justru akan menjadi dilema sosial berkepanjangan. Mari luruskan pandangan, dan sama-sama berniat membangun daerah,” tutur putra asli Saning Baka itu.

Kedua, meningkatkan kualitas nilai kehidupan berdaya saing dan ini bertumpu pada Sumber Daya Manusia (SDM) di semua elemen masyarakat. Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Solok tahun 2019 masih 68,6 persen. Angka tersebut berada di bawah IPM Sumatera Barat yang mencapai angka 72,39 persen.

“Untuk bersaing di era globalisasi hari ini, IPM menjadi harga mati yang harus kita wujudkan. Tidak mungkin berandai-randai lebih, jika SDM kita belum terbenahi maksimal,” katanya.

Ketiga, meningkatkan kualitas daya saing ekonomi berkelanjutan. Dalam hal ini, lagi-lagi SDM masih menjadi pijakan dasar untuk mengembangkan segala potensi ekonomi masyarakat. Saat ini, pertumbunan ekonomi Kabupaten Solok mengalami perlambatan dan berada di angka 5,31 persen di tahun 2019.

Banyak faktor yang menyebabkan lesunya pergerakan ekonomi masyarakat. Di antaranya, belum maksimalnya pertumbuhan koperasi, UMKM, hingga rendahnya realisasi penanaman modal dalam maupun luar negeri.