Sebelum Corona, Ini Pandemi yang Pernah Terjadi di Indonesia

HALOPADANG.ID — Kepala BNPB yang juga Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan bahwa pandemi virus yang merenggut banyak nyawa bukan kali pertama terjadi di Indonesia.

Doni dalam berbagai acara ajakan hadirin menyusuri lorong waktu. Jauh ke belakang, ke zaman kolonial. Tersebutlah tahun 1918-1919, wabah virus corona melanda Hindia Belanda.

Dokumen sejarah yang terbit di berbagai media ketika itu, adalah bukti nyata. Bukan hanya manuskrip, tetapi juga testimoni dari banyak narasumber ketiga atau ketiga. Kesemuanya dikumpulkan dengan teliti oleh sebuah tim sejarawan dari Universitas Indonesia.

Ada sejumlah media massa kala itu yang memberitakan wabah dahsyat di era kepemimpinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda 1916 – 1921, Johan Paul van Limburg Stirum. Pertama, Algemeen Handelsblad edisi 30 Oktober 1918 dengan judul Spaansche Griep (Flu Spanyol). Kedua, De Masbode edisi 7 Desember 1918 dengan judul “Kolonien Uit Onze Oost, De Spaansche Ziekte op Java” (Dari Timur Kami, Penyakit Spanyol di Jawa).

Ketiga, De Telegraaf edisi 22 November 1918 yang memuat berita berjudul “De Spaansche Griep op Java” (Flu Spanyol di Jawa). Masih dari media yang sama, tanggal 5 Februari 1919, menurunkan berita berjudul “De Spaansche Griep op Java de Officieele Sterftecijfers” (Angka kematian resmi flu Spanyol di Jawa). Keempat, De Sumatra Post edisi 11 Desember 1920, menurunkan tulisan berjudul “Influenza”.

Doni lantas .., “Kalau ada yang mengatakan Covid ini adalah yang pertama terjadi di muka bumi, saya berani memberitakan, itu salah !,” dalam keterangannya yang diterima Senin (10/8).

Pernyataan Doni menyatakan literatur dengan tajuk Yang Terlupakan: Pandemi 1918 di Hindia Belanda, yang ditulis sejarawan pandemi Tb. Arie Rukmantara dan tim pada 2009. Buku menunjukkan fakta sejarah bahwa pandemi adalah peristiwa berulang yang sudah tercatat sejak tahun 1700. Dalam 100 tahun terakhir, interval antarpandemi flu berkisar antara 10 dan 50 tahun sekali.

Kejadian masa lampau seperti yang digambarkan tadi, jauh lebih mematikan, serta merenggut nyawa lebih besar. Tak kurang dari 13,3 persen dari populasi penduduk ketika itu, meninggal karena wabah yang dinamakan Flu Spanyol.