Istri Wako Pariaman Kenakan Baju Kurung Basiba Sulaman Kepala Peniti dan Batik Sampan, Gimana Penampilannya?

HALOPADANG.ID – Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Lucyanel Genius ikuti lomba merancang busana kembaran PKK. Ia mengenakan Baju Kurung Basiba Sulaman Kepala Peniti dan Batik Sampan.

Ia tampil dalam rangkaian kegiatan Jambore Kader PKK Berprestasi ke XIX, yang sekaligus memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke 50 tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dipusatkan di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, bertempat di Hotel Sakura Syariah, Rabu (20/7).

Kota Pariaman mempersembahkan Busana kembaran TP-PKK Kota Pariaman, yang dipakai sebagai busana kerja dengan tema “Sejuk Anggun Bersahaja”.

Ny. Lucyanel Genius menjelaskan bahwa baju kurung basiba yang dipakainya ini, terbuat dari bahan baku bernama maxmara premium, dengan tekstur bahan yang lembut, nyaman dan menyerap keringat, terkesan mewah, namun harga relatif terjangkau.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan di Wilayah Hukum Polres Padang Panjang Dimulai, Berakhir 17 Maret

Lalu, untuk bawahan busana, terbuat dari bahan katun primisima batik tulis produksi batik Sampan Pesona Minang asal Kota Pariaman, dengan spesifikasi bahan yang nyaman, sangat cocok dipakai sebagai busana kerja.

“Baju ini juga dihiasi sulaman kapalo paniti, bertabur motif bunga melati putih, dengan sulam benang perak, melambangkan hati suci, ketulusan, keanggunan dan kesederhanaan, serta dihiasi warna hijau bermakna harmoni dan jiwa muda, menimbulkan efek kesegaran dan keharmonisan, serta melambangkan persahabatan dan penghormatan atas derajat yang tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut istri Walikota Pariaman ini menuturkan di tepi bagian bawah baju dihiasi sulaman benang perak dengan pola alunan gelombang laut bemakna bahwa Ibu Ketua beserta Pengurus dan Kader PKK adalah pribadi yang kuat, tangguh, serta siap apabila terjadi gelombang dan badai dalam mewujudkan ketahanan keluarga.

Baca Juga :  Tanah Datar Raih Penghargaan Zakat, Bupati: Ini Berkat Sumbangsih

“Bawahan dengan motif bertema naturalis, berupa ornamen tumbuhan, terdiri dari siku siku sitampuak manggih, bermakna kehidupan yang saling tolong menolong, dengan empat bunga, seakan berpegangan tangan dan motif bunga kapas, padi, rantai, dan bintang merupakan bagian dari logo PKK, melambangkan kemerdekaan dan kemakmuran masyarakat,” tukasnya.

Selain itu, ia juga menambahkan bawahan busana juga dilengkapi motif 10 ujung tombak tersusun bak bunga, melambangkan Gerakan Masyarakat dalam melaksanakan 10 program pokok PKK, ditambah motif rumah gadang, dilengkapi rangkiang, tanaman kelapa, daun padi, serta alat musik tradisional gandang tasa, melambangkan kekayaan alam dan kebudayaan adat minangkabau, sebagai anugerah tak terhingga dari Allah SWT.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan di Wilayah Hukum Polres Padang Panjang Dimulai, Berakhir 17 Maret

“Busana yang dikemas dalam tampilan khas baju kuruang basiba, disain sederhana namun menampilkan figur wanita minang bersahaja, dengan pola longgar menjaga aurat seorang muslimah minang serta panjang sampai di bawah lutut menambah keanggunan pemakainya,” ungkapnya.

Busana yang diperagakan oleh ibu Ketua TP PKK Kota Pariaman ini, diproduksi oleh pengrajin lokal binaan PKK Kota Pariaman, sebagai salah satu kearifan lokal dan produk kerajinan unggulan khas Kota Pariaman. (HP-002)