Kawasan Jam Gadang Ditutup pada Malam Pergantian Tahun

HALOPADANG.ID – Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara tetap mengimbau warga untuk tidak merayakan tahun baru dengan mengadakan pesta kembang api dan petasan saat malam pergantian tahun. Pada saat bersamaan, pemerintah setempat juga membuat kebijakan untuk menutup kawasan Jam Gadang hingga mematikan lampu di sekitar kawasan tersebut.

“Bahkan jauh lebih baik warga kita untuk tetap di rumah saja, jangan sampai kerumunan saat malam pergantian tahun baru dan hari libur ini malah menjadikan berjangkitnya penyakit yang akhirnya membatasi kembali aktivitas warga,” kata Kapolres.

Pemko Bukittinggi sendiri berencana akan melakukan pemagaran lokasi Taman Jam Gadang dan mematikan lampu penerangan di area itu untuk meminimalkan penumpukan warga yang memperingati pergantian tahun baru 2022.

Baca Juga :  Calon Jemaah Haji Tes Kebugaran, Diminta Berjalan Atau lari Hingga 1,6 Km

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi di Bukittinggi, Sabtu (25/12) menyampaikan lokasi Jam Gadang dan objek wisata tetap dibuka untuk umum namun akses ke lokasi itu harus dibatasi. “Kita hanya melakukan pembatasan agar tidak terjadi penumpukan massa saat malam pergantian tahun baru, area Taman Jam Gadang kita pagar tapi tidak ditutup, dan lampu penerangan kita matikan,” kata dia.

Ia mengatakan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di malam tahun baru tetap bisa beraktivitas tanpa larangan namun diimbau untuk mematuhi prokes. “Ini sangat penting, Kota Bukittinggi bisa terus terbuka dalam segala bentuk layanan dan fasilitasnya jika kita benar-benar mematuhi prokes, jangan sampai wabah pandemi kembali mempengaruhi kehidupan kita di sini,” ujarnya.

Baca Juga :  Calon Jemaah Haji Tes Kebugaran, Diminta Berjalan Atau lari Hingga 1,6 Km

Marfendi menyampaikan pihaknya memahami keinginan warga khususnya pedagang yang ingin berjualan saat malam pergantian tahun baru karena kota ini selalu ramai dikunjungi pada masa liburan.

“Ada tiga poin yang kita tekankan, pertama jangan sampai Kota Bukittinggi kembali mencatat penularan baru COVID-19, kedua jangan ada keributan yang menjadikan daerah ini disebut intoleran dan terakhir kita haramkan adanya ajang maksiat pada malam tahun baru di kota ini,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat Bukittinggi dan yang akan datang ke Bukittinggi selain mematuhi prokes, juga melakukan vaksin terlebih dahulu dan melarang adanya kegiatan pesta kembang api. “Tidak ada petasan dan kembang api sama sekali, jangan disalahkan kalau nanti yang membakar kembang api dan petasan dibawa oleh aparat kepolisian,” katanya.(HP-001)

Baca Juga :  Calon Jemaah Haji Tes Kebugaran, Diminta Berjalan Atau lari Hingga 1,6 Km