Rapat Paripurna DPRD Sumbar, Realisasi Pendapatan Capai 99.10 Persen

  • Bagikan

HALOPADANG.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Sumbar menggelar rapat Sidang Paripurna dalam rangka penyampaian Nota Pengantar PPA Tahun 2020 , RPJM Tahun 2021 – 2026 Dan Ranperda Perpustakaan, di ruang sidang utama, Rabu (2/6/2021)

Rapat Paripurna dipimpin langsung ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, Pasca perayaan Hari Raya idul Fitri 1442 H. Terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid -19 dan angka kematian di Sumbar.

“Hal ini tidak terlepas dar lemahnya penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat serta lemah pengawasan dan tindakan yang dilakukan oleh jajaran pemerintah dalam penerapan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19″, ulas nya.

Baca Juga :  Pria yang Tidur di Trotoar Jakarta Diantarkan Andre Rosiade ke Padang

Lebih lanjut Supardi menjelaskan, Pemerintah Daerah perlu segera melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap pelaksanaan Perda Nomor 6 Tahun 2020,” ujar Supardi.

Dia juga mengatakan meskipun terjadi kasus penyebaran Covid-19 , Aktivitas masyakarat terutama disektor ekonomi harus tetap berjalan dengan mematuhi protokol kesahatan.

Pencegahan dan pengendalian Covid-19 harus dilakukan secara simultan dengan pelaksanaan recovery ekonomi.” ucap dia.

Sesuai dengan agenda rapat paripurna DPRD Sumbar, yaitu b Ranperda tentang pertangungjawaban APBD Provinsi Sumber Tahun 2020 dalam rangka akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah, maka kepala daerah berkewajiban menyampaikan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD

Realisasi pendapatan secara keseluruhan tahun 2020 Rp 6.363.065.756.244.41 atau 99,10 persen dari target direncanakan Rp Rp 6.421.814.814.751.636.

Baca Juga :  Pria yang Tidur di Trotoar Jakarta Diantarkan Andre Rosiade ke Padang

Realisasi belanja daerah Rp 6.408.293.788.337.93 atau 95,22 persen dimana untuk belanja tidak langsung realisasi sebesar 97,31 persen dan belanja langsung 90,89 persen. Dan dari pengelolaan pembiayaan realisasi tahun 2020 Rp 305.078.656.299.59 atau 98,93 persen dari rencana pembiayaan sebesar Rp 308.391.896.789.59.

Dari pengelolaan pendapatan dan belanja daerah, maka sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) sebesar Rp 260.850.624.206.07.

Apabila kita bandingkan defisit APBD tahun 2021 yang ditutup silpa tahun 2020 adalah sebesar Rp. 220.000.000.000 dengan demikian masih terdapat anggaran bisa digunakan pada perubahan APBD tahun 2021 sebesar lebih kurang Rp 40 Milyar untuk membiayai kegiatan prioritas dan mendesak.

  • Bagikan