Buka Rakorda Gerindra Sumbar di Bukittinggi, Ahmad Muzani: Saya Sedang “Mengkloning” Andre Rosiade

  • Bagikan
Buka Rakorda Gerindra Sumbar di Bukittinggi, Ahmad Muzani: Saya Sedang "Mengkloning" Andre Rosiade 1

HALOPADANG.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani memuji kinerja Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade dalam menjalankan partai di Ranah Minang.

Bahkan, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini meminta kader-kader partainya untuk mencontoh kinerja anggota Komisi VI DPR RI itu yang akrab dengan kerja nyata.

“Saya sudah berkeliling dan hanya bertemu kader seperti Andre Rosiade di Sumbar saja. Saat ini saya sedang ‘mengkloning’ Andre Rosiade 2, 3, 4 dan seterusnya,” kata Ahmad Muzani.

“Kami ingin menang di Pileg 2024. Karena kemenangan harus direncanakan dengan kerja nyata seperti yang dilakukan Andre,” sambung Ahmad Muzani dalam Rapat Konsolidasi dan Koordinasi Daerah ( Rakorda ), Rabu (7/4/2021) malam di Kota Bukittinggi.

Ahmad Muzani meminta semua kader melihat sejarah politik Indonesia modern, terutama setelah reformasi 1999 yang menang Pileg PDIP, tapi yang menang Pilpres Gusdur dari PKB.

Tahun 2004 menang Golkar yang jadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kemudian tahun 2009 Demokrat menang dan Presiden SBY. Sedangkan pada 2014 dan 2019, pemenang PDIP dan pemenang Pilpres Jokowi dari PDI P.

“Kita melihat pergantian pemenang Pileg dan Pilpres. Di sejumlah daerah Pak Prabowo menang, tapi legislatif bukan Gerindra . Tapi di Sumbar, pemenangnya Gerindra dan Prabowo di 2019”

“Kita tidak ingin kejadian itu terulang di masa depan, apalagi di Sumbar ada kabupaten/kota yang Prabowo menang, tapi legislatif tak menang,” katanya.

Di Sumbar, katanya, juga berubah-ubah. Tahun 1999 pemenang PAN, 2004 Golkar, 2009 Demokrat, 2014 Golkar dan 2019 Gerindra .

“Intinya, partai akan menang jika kerja nyata. Karena kita bukan partai musiman, yang datang hanya saat Pemilu dan Pilkada. Sudah lewat era orang yang terpilih tak mau tahu dengan yang memilih,” katanya.

Ahmad Muzani menegaskan, kalau cara mempertahankan kedudukan dengan uang dan uang, bukan Gerindra tempatnya. Partai ini juga bukan partai yang bisa “dibajak” oleh orang yang berduit dan menang Pileg. Tapi partai yang didukung masyarakat.

  • Bagikan