UNP Jalin Kerja Sama dengan Universitas Malaysia Serawak dan Unimed

  • Bagikan
UNP Jalin Kerja Sama dengan Universitas Malaysia Serawak dan Unimed
UNP Jalin Kerja Sama dengan Universitas Malaysia Serawak dan Unimed

HALOPADANG.ID — Universitas Negeri Padang (UNP) terus mengembangkan diri dan membangun kerja sama dua perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia. Kerja sama ini dilakukan di bidang seni dan ditandai dengan pelaksanaan webinar bertajuk “Hibriditi sebagai Dasar Penciptaan Karya Seni di Era Globalisasi”, Rabu (7/4/2021).

Pada panel diskusi itu, UNP yang mengedepankan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (FBS -UNP) nya menghadirkan DR. Jupriani M.Sn. dan DR Syafwandi M.Sn dalam panel tersebut. Sementara dari Universitas Malaysia Serawak (Unimas) dihadiri Hakimi Halim (Program Seni Halus) dan Walid Ali (Program Drama dan Teater). Sedangkan dari Unimed (Universitas Negeri Medan) diwakili oleh Yusnizar Heniwati dan DR Pulumun Ginting (Program Seni Drama dan Tari)

Hakumi Halim, berbagi pembahasan Pengalaman Estetika Sebagai Satu Wadah Ekspresi Artis dan Walid Ali membahas Gabungan Indentiti Etnik dan Modeniti dalam Persembahan Teater Masa. Sementara dari Unimed Yusnizar Heniwati membahas, Tari Tor Tor sebagai sumber proses kreatif dalam berkarya dan DR Pulumun Ginting tentang Penciptaan seni di era globalisasi.

Di kesempatan itu DR Jupriani Msn membawakan topik Mencermati Seramik Sumatera Barat. Ia berpendapat, Sumbar memiliki kekayaan tanah liat yang berlimpah sebagai bahan baku pembuatan Seramik.

“Berdasarkan kekayaan tersebut semestinya Sumbar bisa hidup dan berkembang serta memberi kontribusi berarti bagi masyarakat” ujarnya. .

Sedangkan Dr Syafwandi M.Sn menyoroti, Seni Ukir Minangkabau Berbasis Cetak di Sumatera Barat, atau Minangkabau Tradisional Cetak.

Dimana, Presentasi tersebut menyampaikan informasi tentang produksi pengrajin ukiran ornamen Minangkabau yang menggunakan teknik cetak (precast) sebagai usaha hibriditi dari ukiran tradisional Minangkabau.

Dijelaskan Syafwandi, cetakan tersebut terbuat dari bahan silikon (rubber), sedangkan hasil cetakan terbuat dari bahan resin atau fiberglass.

“Target temuan dari penyelidikan ini adalah agar para pengrajin ukiran tradisional dapat mengembangkan teknik ukir secara moden untuk menghasilkan benda kerajinan berbasis ornamen hias Minangkabau sehingga berdampak pada tingginya tingkat produksi”, ujarnya.

Tentunya Metode yang digunakan dalam penelitian ini kata Syafwandi adalah, Penyelidikan dan Pengembangan dengan langkah-langkah proses pengembangan.

  • Bagikan