Andre Rosiade Terus Berbuat, Bantu Biaya Berobat Guru TK Penderita Kanker Otak Usai Dirawat di RSCM

  • Bagikan
Andre Rosiade Terus Berbuat, Bantu Biaya Berobat Guru TK Penderita Kanker Otak Usai Dirawat di RSCM 1

HALOPADANG.ID — Desi Putri Liana (37) masih terbaring di rumah kontrakannya di Kompleks Mega Permai, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Dia belum pulih benar usai menjalani operasi kanker otak di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sementara sang suami Doni Pragos (41) hanya seorang buruh biasa.

Desi adalah guru honorer di TK Fadilah Amal Padang Sarai. Sudah beberapa bulan ini dia tak lagi mengajar dan hanya bisa tidur di ruang tamu rumahnya. “Awalnya sudah sehat. Tapi kami harus CT Scan (Computed Tomography Scanning) dengan biaya sendiri. Saya tak punya, jadi dibiarkan saja. Akhirnya tambah parah,” kata Doni Pragos saat didatangi Tim DPD Gerindra Sumbar ke rumahnya, Senin (1/2).

Menurut kepala TK tempat Desi bekerja, Nelda Riati, biaya berobat ke Jakarta kemarin juga hasil patungan dari warga di sekitar rumah dan keluarganya. “Kalau tidak salah sekitar Rp50-an juta biayanya. Rp20 juta yang ditanggung BPJS. Sisanya dari sumbangan-sumbangan atau badoncek,” kata Nelda yang mendampingi Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar Nurhaida, Rina Shintya (wakil sekretaris) dan Zulkifli (wakil bendahara) menyerahkan bantuan biaya berobat dari anggota DPR RI Andre Rosiade yang juga ketua DPD Gerindra Sumbar.

Menurut Nelda, Desi aslinya berasal dari Batang Anai, Padangpariaman. Tapi sudah cukup lama mengontrak di Padang Sarai. “Suami buruh, kadang kerja kadang tidak. Anak ada tiga masih kecil-kecil. Sekarang, biaya berobat tak ada. Kami cek, BPJS sudah mati pula. Menunggak sekitar Rp2 juta,” kata Nelda yang mengaku sering mendengar Andre Rosiade membantu warga dan mencoba menghubungi Tim Andre dan DPD Gerindra Sumbar.

Dengan bantuan Andre Rosiade itu, kata Nelda, mereka bisa melunasi tagihan BPJS agar Desi bisa berobat kembali. Sisanya bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari keluarga itu. “Rumah ini juga sudah lewat masa kontraknya 6 bulan. Untung yang punya rumah masih mengizinkan mereka tinggal, kalau tidak tambah susah. Setahun kontraknya Rp3,5 juta,” kata guru TK murah senyum itu.

  • Bagikan