Dua Kali Gempa, Warga Teringat Momen Sebelum Gempa 30 September 2009

HALOPADANG.ID –Dua kali gempa yang cukup kuat pada November 2020 ini membuat sejumlah warga di Padang, Sumatera Barat terkenang dengan tragedi gempa dahsyat 2009 silam. Situasi saat ini disebutnya mirip-mirip dengan situasi sebelum terjadinya gempa 30 September 2009.

Kemarin, Rabu (18/11/2020), gempa 5,3SR dan sebelumnya lagi 6,3SR. Catatan ini cukup mengingatkan Reza, warga Lubuk Buaya, Kota Padang Sumatera Barat dengan kondisi tahun 2009 silam. Sebelum gempa 7,9 SR pada tahun 2009 itu, sekitar Agustus, Kota Padang khususnya dan Sumbar pada umumnya kerap merasakan gempa dengan maghnitudo yang mirip dengan gempa November ini.

“Saat itu (tahun 2009), sebelum gempa hebat itu Kota Padang terasa panas menyengat. Panas sekali. Lalu, pada saat bersamaan, ada gempa beberapa kali pada Agustus 2009. Saya masih ingat dengan kejadian gempa-gempa pada Agustus 2009 itu karena harus berlarian dari lantai 3 di kantor,”kenangnya.

Di lain pihak, Sahib, warga Bukittinggi yang kebetulan berada di Padang juga teringat dengan momentum gempa 30 September 2009 itu. Saat itu, ia tengah mengendarai mobil Toyota hardtopnya. Saat gempa terjadi, ia merasa mobilnya seperti benturan ditabrak dari belakang. Ketika dilihat sekeliling, banyak orang berlarian menjauh dari bangunan.

“Pada situasi seperti ini, Keluarga berpesan untuk menghindari zona merah dan tidak menginap di hotel dengan pantai. Perasaan saya tak enak, jadi saya pikir saya pulang saja lagi ke Bukittinggi jika urusan saya di Padang sudah rampung,”katanya.

Secara teknikal, Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang Mamuri menyatakan gempa bumi tektonik itu merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau “thrust fault”.

Gempa kemarin merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar dekat batas tumbukan lempeng. Mamuri menyebut dari analisis mekanisme sumber, menunjukkan bahwa gempa itu memiliki mekanisme pergerakan mendatar dan diyakini sebagai hal yang wajar.