Kemenpora Siap Bantu Sport Tourism dan Pembangunan GOR di Sawahlunto

sawahlunto
Asdep Promosi Olahraga dan Sport Tourism Kemenpora Sandi Suwardi H., yang ditemui oleh Walikota Sawahlunto Deri Asta, pada Jum'at 11 September 2020 tadi di Gedung Kemenpora, Jakarta.

HALOPADANG.ID – Penyelenggaraan sejumlah iven sport tourism dan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) tipe B di Kota Sawahlunto mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Pernyataan dukungan itu disampaikan langsung oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, bersama Asdep Promosi Olahraga dan Sport Tourism Kemenpora Sandi Suwardi yang ditemui oleh Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, pada Jumat (11/9) di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Deri Asta, mengatakan, pihak Kemenpora menyambut hangat kunjungan dan ekspose yang disampaikan Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto. Kementerian yang dipimpin oleh Menpora Zainudin Amali itu mempersilahkan Pemko Sawahlunto untuk segera mengirimkan proposal dan dokumen – dokumen pendukung lainnya.

“Alhamdulillah. Niat kami untuk bersinergi dengan pemerintah pusat mulai terlaksana. Kali ini, dalam kunjungan ke Kemenpora usulan – usulan yang kami sampaikan dapat diterima dengan baik. Kemenpora menyatakan mau membantu kita dalam memfasilitasi penyelenggaraan iven – iven sport tourism di Sawahlunto. Iven sport tourism yang kita ajukan dan mendapat persetujuan untuk difasilitasi Kemenpora ini yaitu ; sepeda, lari lintas alam dan terabas (sepeda motor trail),”ujar Deri Asta.

Tak hanya mendukung iven, wali kota menceritakan bahwa Kemenpora juga menjanjikan siap membantu pembangunan sarana/fasilitas olahraga di Kota Sawahlunto.

“Kami ada usulan pembangunan Gedung Olahraga (GOR), tadi itu juga dijanjikan bakal dibantu oleh Kemenpora. Katanya dibantu membangun GOR tipe B, tapi memang belum tahun ini mungkin tahun depan atau 2022,” ujar Walikota Deri Asta.

Atas dukungan Kemenpora itu,Deri Asta menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang besar. Sebab memang jika tanpa didukung anggaran dari tingkat Kementerian, maka dengan mengandalkan APBD saja tentu tidak terjangkau.

“Dalam masa pandemi saat ini apalagi, tentu kita yang hanya mengandalkan APBD lebih berfokus pada bidang kesehatan dan bagaimana menyelamatkan ekonomi masyarakat. Makanya, untuk penyelenggaraan iven – iven, anggarannya telah kita alihkan pada bidang yang lebih urgent (penting dan mendesak). Dengan itu, kalau tidak didukung pemerintah pusat melalui Kementerian seperti ini ya penyelenggaraan iven kita berpotensi ditunda,” kata Deri Asta.