Rakor dengan KPK, Bupati Hendrajoni: Tidak Ada Tempat bagi Koruptor

  • Bagikan
bupati
Bupati Hendrajoni bersama kepala perangkat daerah dan pejabat terkait lainnya rapat koordinasi monitoring dan evaluasi capaian rencana aksi program pencegahan dan pemberantasan korupsi terintegrasi, bersama Satgas koordinasi pencegahan dan pemberantasan korupsi wilayah IX.

HALOPADANG.ID–Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, membuka rapat koordinasi (Rakor) monitoring dan evaluasi (Monev), capaian rencana aksi program pencegahan dan pemberantasan korupsi terintegrasi, bersama Satgas koordinasi pencegahan dan pemberantasan korupsi wilayah IX, Kamis (27/8).

Rakor yang dilaksanakan secara virtual tersebut, dipimpinan langsung Satgas koordinasi pencegahan dan pemberantasan korupsi wilayah IX, Wahyudi, dihadiri oleh Ketua DPRD Pessel, Ermizen, beserta sejumlah kepala perangkat daerah penanggungjawab.

Bupati Hendrajoni, kembali menegaskan komitmennya untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di daerahnya.

“Saya tetap mengawal secara langsung pencegahan dan pemberantasan korupsi di Pesisir Selatan,” ujarnya menegaskan.

Dalam pelaksanaan anggaran, jika melihat ada kegiatan yang mencurigakan, maka ia bakal menurunkan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan.

“Jadi, tidak ada ruang bagi pejabat daerah ini melakukan korupsi,” katanya.

Menurutnya, seluruh pejabat di Kabupaten Pesisir Selatan, jika merencanakan atau melaksanakan sebuah program anggaran harus dilakukan secara transparan.

Ia menuturkan, pada 2019, capaian pencegahan dan pemberantasan korupsi di daerah itu cukup baik. Hal ini terlihat dari nilai Monitoring Control for Prevention (MCP) dari KPK sebesar 79 persen.

“Ya, semoga tahun ini nilai MCP Pesisir Selatan dapat ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pessel, Ermizen menyebutkan, pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam upaya melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Menurutnya, dengan koordinasi yang baik antara legislatif dan eksekutif maka pemberantasan korupsi mampu dicegah sejak dini.

“Mari bersama-sama kita lakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di daerah ini,” ujarnya.

Pada rakor tersebut, pimpinan Satgas koordinasi pencegahan dan pemberantasan korupsi wilayah IX, Wahyudi, menyampaikan beberapa hal penting berkaitan dengan hasil evaluasi dan monitoring pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan korupsi di Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Pessel, Ahda Yanuar mengatakan, pihaknya bersama kepala perangkat daerah siap melaksanakan semua rekomendasi dan hasil rakor tersebut.

“Semua rekomendasi dan masukan yang telah disampaikan tadi, segera kami tindaklanjuti dan laksanakan,” ujarnya. (G-01)

  • Bagikan