Majukan Pendidikan, Perantau Tanah Datar Ini Siap Bantu Kampung Halaman

pendidikan
Perantau Tanah Datar

HALOPADANG.ID–Peningkatan sektor pendidikan yang menjadi salah satu program utama pembangunan Tanah Datar yang bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakatnya.

Melihat kondisi tersebut, Dasrizal Ketua Yayasan Pendidikan PGRI Sumbar yang merupakan putra asli Tanah Datar tergerak untuk membantu kesuksesan program pendidikan di Tanah Datar.

Hal ini terungkap dalam acara Dialog dan Audiensi Wabup Zuldafri Darma bersama Wali Nagari Limo Kaum bersama Wali Jorongnya dan Wali Jorong se Nagari Batipuah Baruah, di Rumah Dinas Wabup di Ponco Malana.

“Saya bertemu pak Wabup seminggu lalu di sebuah kegiatan di Balimbiang, dan dalam kesempatan singkat itu beliau memaparkan bagaimana Pemda Tanah Datar begitu konsen agar generasi muda usia sekolah di Tanah Datar tetap bisa melanjutkan pendidikan bahkan sampai perguruan tinggi, karena melihat tekad beliau, Saya pun berfikir sebagai putra asli Tanah Datar siap membantu sesuai bidang saya,” ungkap H. Dasrizal.

Dasrizal memaparkan, STKIP PGRI Sumbar merupakan sebuah perguruan tinggi swasta yang berada di Padang yang telah berdiri sejak tahun 70 an dan telah melahirkan sarjana dan alumni sampai 25 ribuan dengan 14 Program Studi saat ini.

“STKIP PGRI Sumbar siap menerima anak usia sekolah Tanah Datar untuk berkuliah disana, kita gratiskan uang pengembangan sampai 70% atau hanya Rp.1 juta, bisa masuk kuliah di sana, setelah kuliah kita juga punya berbagai program beasiswa, sehingga juga akan membantu mahasiswa nantinya,” ujar Dasrizal.

Sementara itu Wakil Bupati Zuldafri Darma mengungkapkan ia sengaja melaksanakan dialog dan audiensi bersama Wali Nagari Limo Kaum bersama seluruh Wali Jorongnya dan Wali Jorong se Nagari Batipuah Baruah untuk menyampaikan potensi yang ada di STKIP PGRI Sumbar.

“Seperti yang telah kita tekadkan, bahwa tidak ada anak usia sekolah di Tanah Datar yang tidak bersekolah karena alasan tidak ada biaya, begitu juga dengan masuk perguruan tinggi Negeri juga dibantu Pemda dan Baznas Tanah Datar,” ujar Wabup.

“Namun, kita juga temui di lapangan, ada anak kita yang tidak lulus di Perguruan Tinggi Negeri tapi tetap semangat ingin kuliah, karena takut kuliah di swasta karena dana untuk kuliah dibutuhkan cukup besar,” tambah Wabup.