PT KAI Cek Lokasi Pembangunan Museum Kereta Api di Pariaman

MUSEUM
Pihak PT.KAI dan Pemko Pariaman lakukan survei lokasi pembanguna museum kereta api di Kota Pariaman, Kamis (13/8).

HALOPADANG.ID–Pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI) tinjau lokasi rencana pembangunan museum kereta Api di Kota Pariaman, rencana pembangunan itu atas permintaan Pemerintahan Kota Pariaman, karena Pariman memiliki sejarah tersendiri tentang perkembangan kereta api di Sumbar.

“Kami mendampingi pihak ketera api dari Bandung untuk melakukan surve lokasi pembangunan museum untuk edukasi masyarakat tentang kereta api,” kata Kepala Devisi Regional II Sumbar, Insan Kusuma di Pariaman, Kamis (14/8).

Ia mengatakan peninjauan lokasi ini berdasarkan permintaan Pemerintah Kota Pariaman kepada PT KAI, dimana Pemkot meminta lokomotif dan gerbong kereta Api untuk dijadikan museum kereta api.
“Untuk permintaan ini kami dari KAI mengapresiasi, karena itu akan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kereta api,” katanya.

Insan menyampaikan, pihaknya telah menyampaikan permintaan Pemko Pariaman kepada pimpinannya, bagaimana hasinya nanti diserahkan kepada pimpinan. Tetapi kemungkinannya permintaan itu dikabulkan.

“Jika dikabulkan nanti kami juga akan bantu untuk melakukan renovasi dan desain kereta itu, disesuaikan dengan warna pada zaman itu, termasuk foto-foto dan video tentang kereta api pada zaman dahulu,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk lokasi yang ditinjau itu secara prinsip pihaknya sudah setuju. Namun itu kembali lagi ke pihak PT. KAI Pusat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman, Yandri Leza mengatakan pihak Pemko Pariaman sengaja meminta lomomotif dan gerbong kereta api itu sebagai sarana edukasi dan menambah daya tarik wisatawan datang ke Kota Pariaman.

“Kereta yang kAMI minta itu adalah kereta yang pertama kali datang ke Pariaman pada zaman dulunya, yaitu gerbong Dantuah,” katanya.

Yandri menyampaikan, pihaknya meminta satu lokomotif dan empat gerbong, dan nanti juga bisa sebagai menambah pemahaman tentang sejarah kereta Api di Sumbar dan di Kota Pariaman.

“Kami minta empat gerbong tetapi berapa yang diberikan nanti tergantung pihak kereta api,” katanya.

Ia menyampaikan, jika permohonan ini dikabulkan dalam waktu dekat maka pihaknya akan memasukan anggaran pembangunan museum itu pada anggaran perubahan 2020 ini. Jika tidak maka akan dianggarkan pada ditahun 2021.