Teluk Tapang dan Mimpi Nasrul Abit untuk Pasaman Barat

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat meninjau kawasan Teluk Tapang, Pasaman Barat, beberapa waktu lalu. (dok.istimewa)

Halopadang–Melalui surat keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) RI Nomor 79 tertanggal 31 Juli 2019, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) resmi keluar dari status daerah tertinggal. Namun, bagi Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, peningkatan status itu saja belum cukup.

Nasrul Abit menegaskan punya mimpi besar untuk kabupaten terluar Sumbar yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara itu. Perjalanan mewujudkan mimpi itu, ia sebut sangat layak dimulai dari Teluk Tapang. Pelabuhan di Air Bangis itu ditarget menjadi salah satu tonggak perekonomian masyarakat Pasbar, bahkan Sumbar.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena apa yang kita usahakan di provinsi di bawah arahan bapak gubernur, agar pelabuhan Teluk Tapang dikebut, semuanya disetujui oleh Kementerian Maritim dan Investasi RI, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan beberapa kementerian lainnya. Dengan ini kita mulai menatap Pasaman Barat yang lebih baik. Lebih unggul,” sebut Nasrul Abit, sepekan setelah berkunjung ke Teluk Tapang guna mendampingi rombongan kementerian dari pusat.

Nasrul Abit menerangkan, bangunan fisik pelabuhan di Teluk Tapang sudah rampung, sehingga ke depan Pemprov Sumbar dan Pemkab setempat bisa lebih fokus untuk menyelesaikan jalan, pengadaan sarana transportasi, menyalurkan listrik, serta air bersih. Setidaknya, upaya merampungkan jalan sepanjang 43 kilometer dan 13 unit bangunan jembatan menjadi fokus utama ke depan.

“Kita jemput dana itu ke pusat. Sembari itu, bersama kita di daerah juga duduk seiya sekata, agar segala penghambat dalam upaya percepatan pembangunan ini bisa kita selesaikan, tanpa ada satu warga pun yang merasa dirugikan. Kita harus cepat. Pasaman Barat harus jadi salah satu sandaran kuat ekonomi Sumbar,” sebut Nasrul Abit.

Dioperasikannya Pelabuhan Teluk Tapang, sambung wagub bergelar Datuak Malintang Panai itu, akan membawa dampak besar pada perekonomian daerah, dan tentu saja perekonomian warga secara orang perorang. Baginya, Teluk Tapang akan jadi tempat bagi anak-anak Pasaman Barat, untuk mulai meniti jalan meraih cita-cita kehidupan yang lebih baik dan berkualitas.

“Dua tahun lalu, Pasbar masih disebut daerah tertinggal. Dua tahun lagi, Pasbar harus jadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, di mana salah satu alasannya adalah sudah beroperasinya Pelabuhan Teluk Tapang,” sambungnya.