Pemko Pariaman Punya Film Ajo Piaman, Angkat Cerita Tentang Anak

ajo
Para pemain film Ajo Piaman

HALOPADANG.ID–Panggilan Ajo merupakan panggilan populer bagi laki-laki di Pariaman. Panggilan Ajo tersebut yang menjadi ide bagi Pemerintah Kota Pariaman untuk dibuatkan menjadi film pendek yang bekerjasama dengan TVRI Sumatera Barat dalam Program Anak Indonesia.

Film pendek tersebut menceritakan tentang aktifitas dan suasana bermain anak-anak Kota Pariaman.

Program Anak Indonesia merupakan salah satu program acara TVRI Sumbar dengan mengambil pendekatan edukasi dan hiburan, yang dapat memberikan sisi baik yang bermanfaat bagi perkembangan anak dan memberikan motivasi dan inspirasi kepada anak agar lebih kreatif, berprestasi dan berbudaya.

Wali Kota Pariaman diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Hendri mengatakan, kita coba mempopulerkan kembali panggilan Ajo tersebut kedalam film pendek yang berjudul “AJO PIAMAN” yang akan tayang di TVRI Sumatera Barat dalam rangka menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke – 75.

“Kemaren telah dilakukan seleksi talenta anak-anak yang akan memerankan beberapa tokoh tersebut yang langsung dipilih oleh pihak TVRI Sumbar di Balaikota Pariaman, Senin (4/8). Dalam hal ini, kita rekrut salah satu anak sanggar yang ada di Kota Pariaman “, ujar Hendri.

Hendri menuturkan, film ini nantinya menampilkan keceriaan anak-anak dalam bermain yang menyatu dengan alam dengan kearifan lokal.

Dalam cerita tersebut, kita konsep bagaimana aktifitas anak saat bermain layang-layang, berenang serta menangkap kepiting/katam di pantai maupun pulau, karena Kota Pariaman sebagian daerahnya berdekatan dengan pesisir pantai dan pulau-pulau indah lainnya seperti salah satunya Pulau Angso Duo.

Selain itu, lanjut Hendri, juga mengangkat keanekaragaman budaya silat, mengaji dan kesenian tradisional Pariaman serta aktifitas masyarakat dalam mencari nafkah dengan mengandalkan tenaga beruk (baruak), lokasi yang tepat untuk adegan tersebut kami pilih di Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB) Desa Apar.

“Ada juga adegan proses pengolahan buah mangrove yang diolah menjadi sirup, selai dan galamai yang dikelola oleh BUMDes Apar “, imbuhnya.
Hendri mengungkapkan, yang jelas film ini lebih banyak mempromosikan pariwisata unggulan Kota Pariaman seperti Talao Pauh Pariaman, Pulau Angso Duo, Konservasi Penyu, Mangrove dan lainnya.