Peluncuran Universitas Perintis di Padang Berlangsung Megah dengan Ikuti Protokol Kesehatan

Peluncuran Universitas Perintis
Wali Kota Padang, Rektor Upertis, Ketua Yayasan Perintis Padang dan Gubernur Sumbar saat Launching Universitas Perintis Indonesia, Senin (3/8/2020)

HALOPADANG.ID — Megah dan meriah, begitulah kesan yang terasa saat Launching / Peluncuran Universitas Perintis Indonesia, Senin (3/8/2020).  Bertempat di Convention Hall Universitas Perintis Indonesia di jalan Adinegoro Simpang Kalumpang Padang, acara ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat H. Irwan Prayitno, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah, dan sekitar 200 orang tamu undangan lainnya yang berasal dari instansi pemerintahan dan swasta, rektor dan dosen perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumatera Barat, mitra kerja, serta seluruh dosen dan staf Universitas Perintis Indonesia.

Meskipun dihadiri banyak tamu dan undangan, acara ini berlansung tetap dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Setiap tamu yang hadir diwajib cek suhu dan menggunakan pelindung wajah seperti masker dan face shield.

Dengan mengusung konsep digital dengan visualisasi yang atraktif, Launching Universitas Perintis Indonesia dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Acara diawali dengan penampilan tari Pasambahan dari mahasiswa-mahasiswi, sekapur sirih dari Rafnelly Rafki, SH, SE, MBA, M.Kn selaku Wakil Rektor II Universitas Perintis Indonesia periode 2020-2024, penyerahan SK Upertis dari LLDIKTI Wilayah X kepada Yayasan Perintis, dan kata Sambutan dari Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

“Gedung megah, sarana dan SDM yang lengkap tentu menjadi modal kuat Upertis menjadi perguruan tinggi terdepan dan mempunyai andil untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Barat,” ungkap Irwan Prayitno dalam sambutannya.

Lebih lanjut Irwan menyampaikan kehadiran Upertis tentu memberi warna baru dalam dunia pendidikan di Sumatera Barat, terlebih universitas ini telah dipersiapkan secara matang dan dikelola oleh SDM mumpuni dan berpengalaman di bidangnya.

Rasanya tidak berlebihan apa yang disampaikan oleh Irwan Prayitno. Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Yohandes SH,MH selaku ketua Yayasan Perintis Padang memaparkan perjalanan dan perjuangan panjang proses berdirinya Upertis. Prosesnya dimulai dari rencana pada 2008, presentasi di Kopertis untuk mendapatkan rekomendasi pada 2015, hingga mengajak beberapa perguruan tinggi untuk membimbing pada 2017.

“Alhamdulilah 17 Juli 2020 kita mendapatkan SK yang berisikan tentang penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis (STIKes) dan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis (STIFI) menjadi Universitas Perintis Indonesia, dan perubahan nama badan penyelenggara yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah X,” ungkap Yohandes.