Pariaman Fokus Kembangkan Inovasi Pariwisata

Pantai Gandoriah, salah satu objek wisata andalan Pariaman

HALOPADANG.ID–Pemerintahan Kota Pariaman gelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknik (Bimtek) Permendagri 90 Tahun 2019 dan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) guna meningkatkan indek inovasi terutama bidang pariwisata. Bahkan untuk narasumber kegiatan itu Pemko Pariaman menghadirkan langsung Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementrian Dalam Negeri, Agus Fatoni.

Acara yang dibuka oleh Wali Kota Pariaman, Genius Umar ini diikuti oleh seluruh Kepala OPD dan Kasubag Program/Perencanaan di tiap-tiap OPD. Genius Umar mengatakan untuk membangun daerah di era globalisasi ini dengan tantangan yang semakin besar, maka inovasi daerah merupakan strategi yang jitu dalam pembangunan daerah.

“Apalagi Pariaman yang memiliki potensi unggulan adalah di bidang pariwisata, maka dengan kondisi penurunan sektor pariwisata karena covid perlu dicarikan strategi percepatan pertumbuhan melalui berbagai inovasi,” kata Genius, Minggu (2/8).

Genius juga meminta semua jajaran mengeluarkan ide dan inovasi baru untuk membuat destinasi baru pariwisata yang inovatif. Dengan demikian produk wisata Kota Pariaman akan mampu bersaing dengan destinasi lain di Indonesia.

“Misalnya bagaimana memaksimalkan keberadaan Kereta Api di Kota Pariaman dengan membuat destinasi dan sistem yang terpadu, termasuk membangun wisata edukasi perkereta apian, dan kita juga sedang meminta kepada Divre II PT KAI Sumbar untuk sebuah Kereta Api bekas beserta gerbongnya untuk kita jadikan museum Kereta Api Kota Pariaman,”tukasnya.

Ia juga mengatakan, potensi pariaman yang berada di pinggir laut dengan pantai yang indah akan menjadi destinasi wisata yang hebat dengan memanfaatkan inovasi serta sungai-sungainya.

“Dimana saat ini kami tengah mengembangkannya menjadi kawasan waterfront city, yang akan kite integrasikan, mulai dari dana pusat, provinsi, kota, desa/kelurahan dan CSR,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Fatoni mengatakan bagi daerah yang menonjol dalam inovasi daerah, maka daerah tersebut akan mendapatkan tambahan APBD yang dinamakan Dana Insentif Daerah (DID), ucapnya.

“DID ini nantinya akan sangat bermanfaat bagi pembangunan daerah, apalagi Kota Pariaman adalah daerah kecil. Total DID untuk tahun 2018 mencapai 121 milyar untuk beberapa daerah yang juara, dan ini adalah kesempatan emas bagi Kota Pariaman untuk meningkatkan inovasi daerah yang akan memberikan benefit untuk pembangunan daerah,” ujarnya