Andre Rosiade Dukung Holding BUMN Ultra Mikro

  • Bagikan

HALOPADANG.ID – Anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Gerindra Andre Rosiade mendukung rencana pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro. Holding ini direncanakan fokus pada pembiayaan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) dan ultra mikro yang terdiri dari beberapa BUMN.

Ketua DPD Gerindra Sumbar ini menyebut beberapa BUMN tersebut di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Permodalan Nasional Madani (Persero), serta PT Pegadaian (Persero).

“Ide pembentukan Holding Ultra Mikro ini patut didukung. Pembentukan Holding Ultra Mikro akan berpengaruh langsung ke masyarakat secara riil terutama untuk kalangan pelaku usaha mikro atau UMKM, seperti memerangi rentenir dan menurunkan bunga pinjaman,” jelas Andre Rosiade dalam keterangan tertulis, Jumat (29/1).

Lebih lanjut Andre menjelaskan selama ini pelaku usaha mikro kerap terkendala akses permodalan yang membuatnya tak punya pilihan hingga akhirnya terpaksa berhubungan dengan rentenir. Ia berharap adanya holding akan memudahkan pelaku usaha mikro untuk mendapatkan pembiayaan secara formal.

“Kita tahu bunga rentenir itu sangat tinggi, belum lagi bila terjadi keterlambatan bayar. Rentenir bisa menarik denda sesuka hati bahkan menyita aset usaha. Akhirnya pelaku usaha yang terpaksa meminjam ke rentenir terjebak dalam lingkaran setan, gali lubang tutup lubang. Ini salah satu penyebab pelaku UMKM kita tidak bisa berkembang,” ujar Andre.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini pun menjelaskan pembentukan holding akan membuat aset BUMN menjadi jauh lebih besar sehingga nantinya diharapkan cost of fund akan lebih rendah. Ini akan berdampak pada bunga untuk UMKM yang akan lebih rendah. Selain itu, pembentukan Holding Ultra Mikro ini diharapkan dapat memudahkan pelayanan ke masyarakat.

Ia mengungkap bentuk upaya pembentukan holding ini salah satunya di Kantor Kas BRI akan ada juru taksir dari Pegadaian, sehingga gadai-gadai yang nominalnya di bawah Rp 1 juta bunganya bisa 0%. Selain itu, Andre merinci bunga efektif kredit mikro dan ultra mikro seperti pada program Mekaar milik PMN bisa ditekan lebih rendah dari sebelumnya sekitar 20% menjadi di bawah 10% sehingga bisa lebih menjangkau masyarakat secara luas.

  • Bagikan